Share:

Date:

GMPT Mengutuk Keras Tindakan Represif Aparat Kepolisian Terhadap Mahasiswa Dan Masyarakat Laonti

Related Articles

Jakarta | nemukabar.com_Gerakan Mahasiswa Pemerhati Pertambangan (GMPT) menyoroti tindakan represif kepolisian terhadap mahasiswa dan masyarakat Laonti yang sedang melakukan upaya penolakan terhadap aktivitas PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS) karena diduga telah mencemari lingkungan di sekitar perairan Laonti.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pemerhati Pertambangan Don Mike Andi mengatakan bahwa tindakan represif yang dilakukan oleh personil kepolisian Resort Konawe Selatan telah melanggar Prinsip dan standar hak asasi manusia dalam pengamanan unjuk rasa.

” kami mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan oleh personil kepolisian resort Konawe Selatan yang menembakan senjata api pada saat pengamanan, tindakan itu tentu melanggar prinsip dan standar hak asasi manusia, sementara jelas dalam pasal 28E UUD 1945 lebih jauh mengenai mekanisme pelaksanaan penyampaian pendapat dimuka umum diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka Umum” ungkapnya kepada awak media pada Minggu, (19/09/2021).

Selain itu Mike Andi menambahkan, “apabila personil yang membawa senjata api tidak diproses hukum dan Mahasiswa yang ditahan tidak segera dibebaskan dalam jangka waktu 2×24 Jam kami akan melakukan Demonstrasi di Mabes Polri menuntut agar Kapolres Konawe Selatan dicopot dari Jabatannya karena telah lalai dalam membina anggotanya agar lebih humanis dalam mengamankan aksi unjuk rasa sesuai TL Kapolri,”Tutupnya.

Popular Articles