Share:

Date:

Peptam Sultra Kembali Adukan CV. UBP Ke Mabes Polri Atas Dugaan Illegal Mining

Related Articles

Jakarta | nemukabar.com_ CV.unaaha Bakti persada yang Beraktifitas Di wilayah Blok morombo kecamatan lasolo, kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) diduga Tanpa di sertai Beberapa dokumen Pertambangan seperti Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan(IPPKH).

Hal tersebut di ungkapkan oleh Irjal Ridwan selaku Korlap (Koordinator) Pemuda Peduli Tambang (Peptam Sultra) mengungkap kan bahwa aktivitas CV UBP  Di Duga kuat Tidak memiliki izin Pinjam pakai kawasan  hutan (IPPKH) yang diterbitkan oleh kementerian kehutanan Dan CV UBP juga beraktivitas diwilayah hutan lindung.

“Kami menduga kuat bahwa aktivitas CV UBP tidak memiliki izin Pinjam pakai kawasan  hutan (IPPKH) yang diterbitkan oleh kementerian kehutanan Dan CV UBP juga beraktivitas diwilayah hutan lindung,” ucapnya saat orasi. Jumat, 22 Oktober 2021.

Lanjut, Irjal mengatakan bahwa pelanggaran CV. UBP tak hanya sebatas tak memiliki IPPKH melainkan juga telah melakukan aktiftas pertambangan diluar wilayah IUP (WIUP). ” pelanggaran yang  dilakukan CV UBP kami duga juga aktifitas nya sudah melewati Titik koordinat Wilayah Izin Usaha pertambangan (wiup)

Dan kami duga juga bahwa aktivitas CV UBP ini di bekingi oleh aparat penegak hukum (APH) Sulawesi tenggara karna  aktivitas nya sudah perna di hentikan oleh Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sulawesi Tenggara karna terbukti telah melanggar rambu-rambu hukum Di negara Republik Indonesia, akan tetapi masih saja melakukan pengerukan tanah di Konawe utara ”

“Padahal jelas dalam undang-undang Kehutana pasal 78 ayat (6)suatu kegiatan pertambangan dalam kawasan hutan tanpa dilengkapi izin Pinjam pakai kawasan hutan ( IPPKH ) akan dikenanakan  sanksi pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah)”.

Lanjut Irjal, “Bertandang nya kami Di markas besar kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk mendesak MABES POLRI untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur CV UBP Atas dugaan  pelanggaran yang di lakukan nya

Apabila Dugaan kami terbukti maka MABES POLRI agar segera menangkap Direktur CV UBP dan menghukum sesuai aturan yang berlaku Di Negara Republik Indonesia” tutupnya.

Popular Articles